💻

Arsitek Keamanan Zero Trust

Verifikasi setiap akses, tidak percaya apa pun secara bawaan

💻 Coba sekarang

What Is Zero Trust Security?

Zero Trust is a security model where no user, device, or network is automatically trusted. Every access request must be verified through identity, device health, and context — even from inside the corporate network. The principle: never trust, always verify.

Mengapa ini penting? Traditional "castle and moat" security fails once an attacker gets inside. Zero Trust assumes breach, verifies every request, and limits blast radius through micro-segmentation. Google's BeyondCorp and NIST SP 800-207 are real-world blueprints.

📖 Pelajari lebih dalam

Analogi 1

Bayangkan jaringan tradisional seperti gedung apartemen — setelah melewati pintu depan, Anda dapat berjalan ke unit mana pun. Zero Trust seperti bandara: bahkan setelah masuk, Anda perlu boarding pass Anda diperiksa di gerbang, ID diverifikasi di keamanan, dan tas dipindai. Setiap pos pemeriksaan secara independen memverifikasi bahwa Anda pantas berada di sana.

Analogi 2

Bayangkan sebuah bank. Keamanan tradisional menempatkan penjaga di pintu depan dan memercayai semua orang di dalam. Zero Trust memperlakukan bank seperti brankas bertingkat — setiap ruangan memerlukan kunci terpisah, pemindaian biometrik, dan kode otorisasi. Seorang teller dapat mengakses laci kas tetapi tidak dapat mengakses brankas. Setiap pintu memverifikasi secara independen.

🎯 Tips Simulator

Pemula

Perhatikan bagaimana setiap permintaan akses diverifikasi terlepas dari lokasi jaringan.

Menengah

Perkenalkan kredensial yang dikompromikan dan amati pencegahan pergerakan lateral.

Ahli

Rancang kebijakan segmentasi mikro yang meminimalkan radius ledakan untuk berbagai skenario serangan.

📚 Glosarium

Zero Trust
Kerangka keamanan memerlukan verifikasi identitas yang ketat untuk setiap orang dan perangkat, terlepas dari lokasi jaringan. Prinsip inti: jangan pernah percaya, selalu verifikasi.
Micro-Segmentation
Membagi jaringan menjadi segmen-segmen terisolasi dengan kebijakan keamanan individual, membatasi pergerakan lateral penyerang.
Least Privilege
Memberikan pengguna hanya izin minimum yang diperlukan untuk tugas spesifik mereka.
MFA
Otentikasi Multi-Faktor — memerlukan dua atau lebih faktor verifikasi (sesuatu yang Anda ketahui, miliki, atau sedang Anda lakukan) untuk membuktikan identitas.
mTLS
Saling TLS — klien dan server mengautentikasi satu sama lain dengan sertifikat, memastikan kepercayaan dua arah.
BeyondCorp
Penerapan Google mengenai zero trust yang menghilangkan VPN korporat tradisional, memperlakukan semua jaringan sebagai tidak tepercaya.
NIST SP 800-207
Publikasi 'Zero Trust Architecture' pemerintah AS (2020), menyediakan arsitektur referensi dan model penerapan.
ZTNA
Zero Trust Network Access — teknologi yang menggantikan VPN dengan menyediakan akses granular berbasis identitas ke aplikasi tertentu.
Continuous Verification
Validasi berkelanjutan terhadap identitas pengguna, kesehatan perangkat, dan perilaku sepanjang sesi, tidak hanya saat login.
Lateral Movement
Teknik penyerang bergerak melalui jaringan setelah kompromi awal untuk mencapai target bernilai lebih tinggi.
Trust Score
Nilai dinamis (0-100) yang mewakili keyakinan bahwa permintaan akses adalah sah, berdasarkan kesehatan perangkat, perilaku, dan kekuatan autentikasi.
Policy Engine
Titik keputusan pusat mengevaluasi permintaan akses terhadap kebijakan keamanan, skor kepercayaan, dan data kontekstual.

🏆 Tokoh Utama

John Kindervag (2010)

Diciptakan 'Zero Trust' di Forrester Research, yang mendefinisikan model keamanan dasar

Google BeyondCorp Team (2014)

Menerapkan zero trust dalam skala besar untuk 100.000+ karyawan tanpa VPN

Chase Cunningham (2018)

Mengembangkan kerangka kerja Zero Trust eXended (ZTX) di Forrester

NIST (Rose et al.) (2020)

Standar referensi Arsitektur Zero Trust SP 800-207 yang diterbitkan

Amit Sinha (2007)

Salah satu pendiri Zscaler, yang memelopori arsitektur zero trust yang dihadirkan cloud

🎓 Sumber Belajar

💬 Pesan untuk Pelajar

Zero Trust bukan sekadar teknologi — ini adalah perubahan mendasar dalam cara kita berpikir tentang keamanan. Model lama 'percaya tapi verifikasi' berasumsi siapa pun yang berada di dalam tembok kastil aman. Pelanggaran seperti SolarWinds membuktikan keamanan perimeter saja yang gagal. Zero Trust membalik modelnya: menganggap pelanggaran, memverifikasi secara eksplisit, menerapkan hak istimewa paling rendah. Saat Anda menjelajahi simulator ini, perhatikan bagaimana setiap permintaan melewati beberapa lapisan verifikasi dan bagaimana segmentasi mikro mengandung kerusakan ketika penyerang berhasil melewatinya.

Mulai

Gratis, tanpa daftar

Mulai →