\ud83e\udd14 What Is the Simulation Hypothesis?
The simulation hypothesis proposes that our entire reality might be a sophisticated computer simulation run by an advanced civilization. Nick Bostrom's 2003 trilemma argues that at least one of three propositions must be true: civilizations go extinct before reaching posthuman capability, posthuman civilizations choose not to run ancestor simulations, or we are almost certainly living in a simulation right now. It's like asking whether a character in a hyper-realistic video game could ever know it's inside a game.
Mengapa ini penting? If even a tiny fraction of advanced civilizations run ancestor simulations, the simulated beings vastly outnumber real ones \u2014 making it statistically overwhelming that we are among the simulated. This question touches on consciousness, computational limits, the fine-tuning of physics, and whether 'simulated' reality is any less real than 'base' reality.
📖 Pelajari lebih dalam
Analogi 1
Bayangkan Anda adalah karakter dalam video game hiper-realistis. Dunia game terasa sangat nyata — Anda dapat menyentuh objek, merasakan angin, melihat bintang. Namun semua yang Anda alami sebenarnya adalah pola data yang berjalan di komputer di luar dunia game Anda. Hipotesis simulasi bertanya: bagaimana jika alam semesta kita persis seperti permainan itu? 'Perangkat keras' yang menjalankan kita bisa saja berada dalam kenyataan yang tidak dapat kita amati, seperti halnya karakter game yang tidak dapat melihat ruang tamu pemain.
Analogi 2
Pikirkan mimpi yang pernah Anda alami yang terasa nyata sampai Anda terbangun. Sekarang bayangkan ketika Anda 'bangun', Anda benar-benar memasuki mimpi lain — dan tidak ada jam alarm yang memberi tahu Anda lapisan mana yang sebenarnya. Hipotesis simulasinya seperti ini: realitas kita bisa saja berupa mimpi yang dihitung oleh sebuah peradaban, yang mungkin juga merupakan mimpi yang dihitung oleh peradaban lain, berlapis-lapis tanpa jaminan 'realitas dasar' di bagian bawahnya.
🎯 Tips Simulator
Pemula
Mulailah dengan Jumlah Peradaban yang kecil dan Daya Komputasi yang rendah untuk melihat bagaimana probabilitas simulasi berubah
Menengah
Tingkatkan Fraksi Pasca-manusia untuk memodelkan peradaban yang bertahan cukup lama untuk membangun komputer besar-besaran
Ahli
Atur Fisika Fidelitas ke maksimum dan saksikan kebutuhan komputasi meningkat secara eksponensial per lapisan
📚 Glosarium
🏆 Tokoh Utama
Nick Bostrom (2003)
Filsuf Oxford yang meresmikan Argumen Simulasi dalam makalahnya yang berpengaruh pada tahun 2003
Elon Musk (2016)
Hipotesis simulasi yang dipopulerkan dalam budaya arus utama, mengklaim kemungkinan realitas dasar adalah 'satu dalam miliaran'
Rizwan Virk (2019)
Peneliti MIT yang menulis 'The Simulasi Hipotesis' yang mengeksplorasi perspektif komputasi dan permainan
David Chalmers (2022)
Filsuf NYU yang mengeksplorasi teori simulasi dalam 'Reality+', berpendapat bahwa realitas yang disimulasikan adalah realitas asli
Konrad Zuse (1969)
Pelopor komputasi yang pertama kali mengusulkan bahwa alam semesta dapat dihitung dengan robot seluler
🎓 Sumber Belajar
- Are You Living in a Computer Simulation? [paper]
Makalah argumen simulasi asli (Philosophical Quarterly, 2003) - The Simulation Argument: Some Explanations [paper]
Makalah tindak lanjut membahas keberatan dan kesalahpahaman umum - Constraints on the Universe as a Numerical Simulation [paper]
Makalah fisika tahun 2012 mengusulkan tanda-tanda yang dapat diamati yang dapat mengungkap apakah alam semesta kita adalah simulasi kisi - On Testing the Simulation Theory [paper]
Tinjauan pendekatan eksperimental untuk mendeteksi apakah hukum fisika menunjukkan artefak komputasi (Nature, 2012) - Simulation Argument [article]
Situs resmi Nick Bostrom dengan makalah asli dan FAQ - Stanford Encyclopedia - Simulation Hypothesis [article]
Tinjauan akademis filosofi simulasi komputer - Are We Living in a Simulation? - Scientific American [article]
Tinjauan hipotesis simulasi yang dapat diakses dengan perspektif dari fisikawan dan filsuf - Future of Humanity Institute [article]
Pusat penelitian Oxford tempat Bostrom mengembangkan argumen simulasi bersama dengan penelitian risiko eksistensial lainnya