🔬

Personalized Medicine Lab

Match your genetic profile to optimal drug therapies using pharmacogenomic predictions

🔬 Coba sekarang

What Is Personalized Medicine?

Personalized medicine uses your unique genetic makeup to design treatments specifically for you. Instead of one-size-fits-all prescriptions, pharmacogenomics matches medications to your DNA — analyzing gene variants like CYP2D6 and CYP2C19 that control how your body metabolizes drugs. A single SNP (single nucleotide polymorphism) can mean the difference between a drug being life-saving or life-threatening.

Mengapa ini penting? Adverse drug reactions kill over 100,000 people annually in the US alone — making it a leading cause of death. By reading a patient's genetic variants before prescribing, doctors can predict which drugs will work, which will fail, and which could cause dangerous side effects. The FDA now includes pharmacogenomic information on the labels of over 300 medications.

📖 Pelajari lebih dalam

Analogi 1

Sama seperti Anda memerlukan golongan darah yang tepat untuk transfusi yang aman, Anda juga memerlukan kecocokan genetik yang tepat untuk pengobatan yang aman. Memberikan darah tipe A kepada pasien tipe B menyebabkan reaksi berbahaya. Demikian pula, memberikan kodein ke alat metabolisme ultra-cepat CYP2D6 akan mengubahnya menjadi morfin terlalu cepat, sehingga berpotensi menyebabkan overdosis - sementara alat metabolisme yang buruk tidak akan menghilangkan rasa sakit karena obat tersebut tidak pernah diaktifkan. Farmakogenomik seperti pengetikan darah, tetapi untuk setiap obat yang Anda minum.

Analogi 2

Pengobatan tradisional ibarat membeli pakaian siap pakai - satu ukuran seharusnya cocok untuk semua orang, namun jarang sekali yang cocok untuk semua orang. Pengobatan yang dipersonalisasi seperti memiliki penjahit ulung yang melakukan pengukuran tepat (genom Anda), memahami gaya hidup Anda (epigenetika), dan membuat pakaian (perawatan) yang sangat cocok untuk Anda. Varian SNP dalam DNA Anda seperti ukuran tubuh Anda — dimensi unik yang menentukan obat mana yang paling 'cocok' untuk Anda.

🎯 Tips Simulator

Pemula

Masukkan profil pasien dan lihat bagaimana penanda genetik memengaruhi pemilihan obat.

Menengah

Bandingkan kemanjuran dan efek samping pengobatan yang bersifat universal vs pengobatan yang dipersonalisasi.

Ahli

Rancang rencana perawatan multi-omics yang mengintegrasikan data genomik, proteomik, dan mikrobioma.

📚 Glosarium

Pharmacogenomics
Studi tentang bagaimana gen memengaruhi respons individu terhadap obat, memungkinkan resep yang dipersonalisasi.
Biomarker
Indikator terukur dari keadaan biologis yang digunakan untuk memandu keputusan pengobatan (misalnya HER2 pada kanker payudara).
Companion Diagnostic
Tes yang mengidentifikasi pasien yang mungkin mendapat manfaat dari terapi spesifik, diperlukan untuk beberapa obat yang ditargetkan.
CRISPR Therapeutics
Perawatan pengeditan gen disesuaikan dengan mutasi genetik individu yang menyebabkan penyakit.
Liquid Biopsy
Tes darah mendeteksi DNA tumor yang bersirkulasi untuk diagnosis dan pemantauan kanker non-invasif.
Whole Genome Sequencing
Membaca DNA lengkap seseorang (~3 miliar pasangan basa) untuk mengidentifikasi risiko penyakit dan respons terhadap obat.
Multi-omics
Mengintegrasikan genomik, proteomik, metabolomik untuk profil pasien yang komprehensif.
Digital Twin
Model komputasi individu pasien digunakan untuk mensimulasikan respons pengobatan sebelum pemberian.
Precision Oncology
Pengobatan kanker dipilih berdasarkan mutasi genetik spesifik tumor, bukan berdasarkan organ asal.
N-of-1 Trial
Uji klinis dengan satu pasien, menguji pengobatan berbeda dalam periode bergantian.

🏆 Tokoh Utama

Francis Collins (2003)

Memimpin Proyek Genom Manusia dan memperjuangkan pengobatan presisi sebagai direktur NIH

Barack Obama (2015)

Meluncurkan Inisiatif Pengobatan Presisi (sekarang Kita Semua), yang mendaftarkan lebih dari 1 juta peserta

Mary-Claire King (1990)

Menemukan gen BRCA1 yang menghubungkan genetika dengan risiko kanker payudara, memelopori genetika kanker

Patrick Soon-Shiong (2005)

Mengembangkan Abraxane (nab-paclitaxel), terapi kanker personal berbasis nanopartikel

Eric Topol (2012)

Peneliti dan penulis Scripps menganjurkan pengobatan pribadi yang digerakkan oleh pasien melalui kesehatan digital

🎓 Sumber Belajar

💬 Pesan untuk Pelajar

Jelajahi dunia farmakogenomik yang menakjubkan — di mana DNA Anda memegang kunci untuk menemukan obat yang tepat dengan dosis yang tepat. Setiap varian genetik menceritakan kisahnya tentang bagaimana tubuh Anda memproses obat!

Mulai

Gratis, tanpa daftar

Mulai →