Apa ini?
🎯 Tips Simulator
📚 Glosarium
🏆 Tokoh Utama
George M. Church (2012)
Ahli genetika Harvard yang mendemonstrasikan penyimpanan data DNA berkapasitas tinggi pertama dengan mengkodekan buku berukuran 650 KB menjadi DNA sintetik, membuktikan konsep tersebut dalam skala besar
Yaniv Erlich (2017-2019)
Mengembangkan DNA Fountain, mencapai kepadatan penyimpanan maksimum yang mendekati teori yaitu 1,98 bit/nukleotida, dan menciptakan DNA-of-Things (DoT) untuk menyematkan data dalam objek fisik
Dina Zielinski (2017)
Mengembangkan bersama metode pengkodean DNA Fountain di New York Genome Center, menyimpan OS, film, dan file lainnya dengan sempurna di dalam DNA
Robert N. Grass (2015-2019)
Mengembangkan enkapsulasi silika di ETH Zurich untuk melestarikan data DNA selama ribuan tahun, dan menciptakan DNA-of-Things bersama Erlich
Nick Goldman (2013)
Memimpin tim EMBL-EBI yang mengkodekan 739 KB data dalam DNA menggunakan skema pengkodean ternary dengan redundansi, diterbitkan di Nature (2013)
Richard Feynman (1959)
Pertama kali mengusulkan gagasan penggunaan molekul untuk penyimpanan data dalam ceramahnya yang terkenal pada tahun 1959, 'Ada Banyak Ruang di Bawah'.
Luis Ceze & Karin Strauss (2018)
Memimpin kolaborasi Microsoft/Universitas Washington dalam penyimpanan DNA akses acak dan sistem penyimpanan data DNA end-to-end otomatis
🎓 Sumber Belajar
- DNA Fountain enables a robust and efficient storage architecture
Makalah Sains tahun 2017 menunjukkan kepadatan penyimpanan DNA yang mendekati optimal dengan pemulihan data yang sempurna - Next-generation digital information storage in DNA
Makalah Sains perintis tahun 2012 yang meluncurkan penyimpanan data DNA modern - DNA Data Storage Alliance
Konsorsium industri memajukan standar penyimpanan dan komersialisasi DNA - Columbia Magazine - The Future of Data Storage
Ikhtisar yang dapat diakses tentang karya terobosan Erlich dan Zielinski